Mengulas Sejarah Formasi Tiki Taka Barcelona Pep Guardiola

Mengulas Sejarah Formasi Tiki Taka Barcelona Pep Guardiola

LIGATRAVELOKA.COM –¬†Siapa yang tidak mengenal sosok Joseph Guardiola pada era sepak bola modern ini. Dia pantas disebut dengan pelatih jenius dalam memoles tim yang diarsitekinya. Pada era kepelatihan Joseph Guardiola, ikut terkenal pula formasi dan taktik sepak bola yang dikenal dengan Tiki Taka.

Tiki-taka secara general dapat di eja ke dalam bahasa Spanyol Tiqui Taca, yang merupakan suatu gaya bermain sepak bola dengan ciri khas umpan-umpan berjarak pendek dengan gerakan yang dinamis. Tiki Taka pun terlihat enak untuk dilihat seta mempesona, para pemain mengoper bola dengan beragam macam gaya dan lebih di tekankan dalam ball possesion atau penguasaan bola.

Formasi Tiki Taka pernah sekali di aplikasikan oleh Guardiola ketika menukangi Barcelona FC, yaitu pada tahun 2008 sampai dengan 2012. Ada banyak klub yang menerapkan formasi tiki taka ini selain Barcelona, namun beberapa yang terkenal adalah Barcelona pada era Guardiola ini. Beberapa klub lainnya seperti :

  • Arsenal FC – Arsene Wenger
  • Swansea City – Brendan Rodgers
  • Timnas Spanyol – Vincente del Bosque dan Luis Aragones

Sebenarnya formasi ini merupakan pengembangan dari taktik total football yang telah lama digunakan oleh klub Ajax Amsterdam dan Barcelona FC tempo doeloe.

Sejarah terkenalnya formasi tiki taka di Spanyol mulai di populerkan oleh Andres Montes yang menggunakan dan juga menyebut istilah tiki taka ketika berkomentar di saluran TV La Sexta pada ajang Piala Dunia 2006. Istilah tiki taka pun pernah disebut oleh Javier Clementee pada komentarnya pada pertandingan Tunisia Vs Spanyol, merujuk kepada umpan dan operan pendek Timnas Spanyol kala itu.

Banyak pihak menyebut jika taktik ini pertama kali diaplikasikan oleh mantan pemain legenda Johan Cruyf ketika dirinya menjadi pelatih Barcelona FC pada tahun 1988 sampai dengan 1996. Taktik ini pun terus mendapatkan perbaikan pada era Frank Rijkaard dan Louis Van Gaal dan kemudian ditiru oleh banyak tim di La Liga saat itu. Seperti Villareal yang saat itu diasuh oleh Juan Carlos Garrido dan juga Manuel Pellegrini.

Pada era kepelatihan Pep Guardiola taktik ini mendapatkan hasil yang sangat luar biasa bagi Barcelona FC. Kesuksesan itu dibuktikan pada era tahun 2008 sampai dengan 2012. Formasi Tiki Taka sangat tepat diaplikasikan kepada pemain bertubuh pendek atau kecil, misalnya pada saat itu adalah Cech Fabregas, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan juga Lionel Messi.

Menurut Raphael Honigstein tiki taka yang dimainkan oleh Timnas Spanyol pada ajang World Cup 2012 adalah taktik yang radikal garis keras dikarenakan hanya berkembang pesat dalam 4 tahun saja. Pemain Spanyol dianggap memiliki fisik yang kuat untuk meladeni pemain lain dan hanya perlu penguasaan bola untuk mengatur alur serangan.

Banyak pihak yang menggambarkan tiki taka pada era Guardiola hanya berdasarkan cara untuk membawa bola sampai ke gawang musuh lewat operan-operan pendek yang akurat dan juga cepat. Gaya permainan seperti ini perlu konsentrasi ekstra, kesabaran, umpan yang akurat, rolling yang cepat serta disipilin dalam one two terarah dengan baik.

Pep Guardiola lebih memilih memainkan formasi tiki taka pada lini tengah pertahanan yang sekaligus dapat mendongkrak serangan dan juga pertahanan. Biasanya bola akan berputar-putar di sekitar lini tengah sebelum bola mendekati gawang musuh.

Faktor Kesukseskan Formasi Tiki Taka

Selama ini pada prakteknya di klub Barcelona ataupun Tim Nasional Spanyol formasi tiki taka berjalan dengan baik. Ini terbukti dengan Timnas Spanyol yang sukses menjuarai Piala Dunia 2008, Piala Dunia UEFA 2010, serta Piala Eropa UEFA 2012. Pada klub Barcelona penerapan formasi ini pun membuahkan banyak hasil yang puas dengan menggasak 6 Piala di era 2008 sampai dengan 2009. Yaitu trebel piala antar benua, piala super eropa, piala dunia antar klub FIFA, dan pastinya piala super Liga Spanyol. Hal ini membuktikan jika tiki taka berhasil dengan optimal pada penerapan yang dilakukan oleh Guardiola dan juga Timnas Spanyol.

Judi Online | Agen Bola Sbobet | Live Casino  | Slot Online - Megawin77

Pada piala Eropa 2008, Luis Aragones pun menggabungkan formasi pragmatis dengan tiki taka. Mengaplikasikan tiki taka untuk melindungi area pertahanan lemah milik Spanyol. Tentunya memperoleh ball possesion untuk mendominasi dan juga mengendalikan permainan di lapangan. Alon-alon asal kelakon kalo kata orang Jawa.

Tiki Taka pun terbukti dari kemenangan Timnas Spanyol atas Timnas Jerman pada laga semi final Piala Dunia tahun 2010. Tiki Taka Spanyol merupakan yang paling susah dan juga rumit untuk dipraktekan. Bukan hanya soal operan cepat, namun juga pemain harus dapat rolling terus menerus.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai Mengulas Sejarah Formasi Tiki Taka Barcelona Pep Guardiola. Terima kasih dan sampai jumpa di artikel review formasi sepak bola berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!